Penguatan IHSG pada perdagangan akhir pekan menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.
Indeks berhasil bertahan di zona hijau di tengah dinamika sentimen global yang masih berubah-ubah, yang mencerminkan bahwa pasar masih memiliki tingkat kepercayaan yang cukup kuat meskipun kondisi ekonomi dunia belum sepenuhnya stabil. Penguatan ini juga menunjukkan bahwa investor tetap aktif melakukan transaksi dan merespons peluang di tengah fluktuasi pasar yang terjadi. Simak selengkapnya hanya di Tren Ekonomi Dunia Modern.
IHSG Tembus Zona Hijau Di Level 7.458
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan performa kuat pada Jumat (10/4/2026) sore. Indeks tercatat berada di level 7.458,49, menguat 150,91 poin atau naik sekitar 2,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia yang sempat mengalami fluktuasi pada sesi perdagangan sebelumnya. Optimisme investor kembali meningkat seiring masuknya aliran dana serta meredanya tekanan sentimen global yang sempat memengaruhi pasar dalam beberapa waktu terakhir.
Sepanjang perdagangan, IHSG menunjukkan tren penguatan yang konsisten dan mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan. Kondisi ini mencerminkan bahwa minat beli investor masih cukup dominan dan mampu menjaga momentum positif di pasar saham domestik meskipun volatilitas global masih berlangsung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Aktivitas Perdagangan Meningkat Signifikan
Mengacu pada data RTI Infokom, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp17,97 triliun dengan volume perdagangan sebesar 42,63 miliar saham. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar pada akhir pekan berlangsung cukup aktif dan likuid.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 485 saham tercatat menguat, sementara 181 saham mengalami penurunan, dan 153 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi ini memperlihatkan bahwa sentimen positif lebih dominan dibandingkan tekanan jual di pasar.
Peningkatan aktivitas ini juga mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih melihat peluang di tengah fluktuasi yang terjadi. Aksi akumulasi pada sejumlah saham tertentu turut membantu menopang laju IHSG hingga penutupan perdagangan.
Baca Juga:Ā Tak Masuk Akal! Samsung Proyeksi Laba Fantastis US$ 37,9 Miliar, Kenaikan 8 Kali Lipat
Dominasi Penguatan Di Hampir Seluruh Sektor
Dari sebelas sektor indeks yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak sepuluh sektor berhasil mencatatkan penguatan. Sektor industri menjadi salah satu pendorong utama dengan kenaikan mencapai 4,09 persen pada perdagangan hari tersebut.
Sementara itu, hanya satu sektor yang mengalami pelemahan tipis, yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,04 persen. Penurunan tersebut relatif kecil dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Dominasi sektor yang menguat menunjukkan bahwa penguatan IHSG bersifat cukup merata dan tidak hanya bergantung pada satu sektor tertentu. Hal ini mencerminkan adanya dukungan luas dari berbagai sektor ekonomi yang ikut menopang laju indeks.
Sentimen Global Dan Arah Pergerakan Pasar
Di tingkat global, bursa saham kawasan Asia turut memberikan sentimen positif terhadap pasar domestik. Indeks Straits Times Singapura menguat 0,25 persen, Nikkei 225 Jepang naik 1,84 persen, sementara Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China juga ditutup di zona hijau.
Di kawasan Eropa, pergerakan pasar terlihat bervariasi dengan indeks DAX Jerman melemah tipis, sedangkan FTSE 100 Inggris masih mampu mencatatkan penguatan. Sementara itu, bursa Amerika Serikat menunjukkan tren positif dengan indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones kompak menguat.
Kondisi global yang cenderung stabil ini turut memberikan dukungan terhadap pergerakan IHSG. Ke depan, arah pasar diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, aliran dana asing, serta rilis data ekonomi domestik yang dapat menjadi penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek hingga menengah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dariĀ detik.com
- Gambar Kedua dariĀ news.detik.com